Raffi Ahmad, Gading Marten dan Irfan Hakim Sumbang Rp500 Juta untuk Warga Berau Terdampak Karhutla

img

Raffi Ahmad, Gading Marten, Irfan Hakim, Menhut Raja Juli Antni, Wakil Bupati Gamalis bersama para relawan di  Pusat Rehabilitasi Satwa long Sam, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, Kamis (27/8/2026). 

 

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Kunjungan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni ke Kabupaten di Pusat Rehabilitasi Satwa (PRS) Long Sam, Kecamatan Kelay, Berau, Kalimantan Timur, Kamis (27/8/2026), cukup menjadi perhatian lantaran hadirnya sejumlah selebritas top besar Indonesia, diantaranya Raffi Ahmad, Gading Marten serta Infan Hakim.

 

Kedatangan artis-artis top tanah air tersebut dikabarkan bukan hanya sekedar kunjungan biasa. Raffi Ahmad, Gading Marten, dan Irfan Hakim disebut turut memberikan bantuan dana sebesar Rp500 juta untuk masyarakat Berau yang terdampak karhutla sebagai bentuk kepedulian.

 

Wakil Bupati Berau Gamalis membenarkan adanya bantuan tersebut. Ia menyampaikan, dana Rp500 juta itu nantinya diperuntukkan bagi masyarakat yang terdampak karhutla di wilayah Berau.

 

“Raffi Ahmad, Gading, Irfan menyumbangkan dana untuk bantuan masyarakat terdampak karhutla sebesar Rp500 juta ke Berau,” ujar Gamalis saat diwawancarai, Kamis (27/8/2026).

 

Gamalis menyambut baik bantuan tersebut. Menurutnya, perhatian dari para selebritas tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang saat ini terdampak akibat karhutla.

 

Namun, sebelum bantuan disalurkan, pemerintah daerah akan terlebih dahulu melakukan pemetaan terhadap wilayah terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan yang diberikan benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan.

 

“Yang jelas untuk yang terdampak karhutla. Makanya saya akan laporkan ke Ibu Bupati,” kata Gamalis.

 

Masih dalam penjelasannya, Gamalis juga menyampaikan informasi mengenai bantuan tersebut akan dikoordinasikan bersama sejumlah perangkat daerah yang berkaitan dengan penanganan dampak karhutla. Di antaranya Dinas Perkebunan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau.


Menurutnya, koordinasi diperlukan agar pemerintah dapat mengetahui secara lebih jelas wilayah mana saja yang terdampak serta masyarakat yang nantinya menjadi prioritas penerima bantuan.

 

“Kita akan melihat daerah-daerah mana yang terdampak untuk memberikan bantuan dari rekan-rekan,” ujarnya.

 

Ia pun menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan untuk masyarakat Berau. “Saya mengucapkan terima kasih atas bantuan ini. Kita akan petakan,” sambung Gamalis.

 

Dengan adanya bantuan tersebut, pemerintah daerah kini memiliki pekerjaan lanjutan untuk memastikan dana dapat disalurkan sesuai kebutuhan di lapangan. Pemetaan wilayah terdampak menjadi tahap penting sebelum bantuan diberikan. Pemerintah akan melihat kondisi masyarakat yang terdampak karhutla sehingga bantuan diharapkan tidak salah sasaran.

 

Bagi masyarakat yang terdampak, bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat di tengah kondisi yang mereka hadapi akibat karhutla. Kehadiran Raffi Ahmad, Gading Marten dan Irfan Hakim di Berau pun akhirnya bukan hanya menjadi bagian dari perhatian publik dalam kunjungan Menhut, tetapi juga membawa bantuan yang kini tengah dipersiapkan untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak. Pemkab Berau selanjutnya akan melakukan pemetaan dan koordinasi lintas perangkat daerah sebagai dasar penyaluran bantuan Rp500 juta tersebut. (sep/FN/Advertorial)